Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2023

BELAJAR DARI ANAK KECIL

Gambar
(Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/2-gadis-berjalan-di-jembatan-coklat-pada-siang-hari-50581/) Jika waktu dapat diputar kembali, kuingin rasanya kembali pada masa kanak-kanak. Masa di mana pikiranku dipenuhi dengan keinginan untuk bermain, bermain, dan bermain tanpa memikirkan apa kata orang. Masa di mana tak memikirkan beban hidup, dan masa di mana hati tetap bersih dari benci. Seiring berjalannya waktu, menjalani fase kehidupan baru sebagai orang dewasa nampaknya menimbulkan banyak kontroversi. Semakin dewasa, mengapa hidup serumit ini? mengapa banyak hal yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan sebagai seorang dewasa? Di usiaku yang sudah memasuki kepala tiga, aku sudah memiliki dua orang anak. Hari-hariku sebagian besar kuhabiskan membersamai mereka. Dari mereka, aku banyak belajar bahwa sepelik apa pun hidup kita, tetaplah menjadi diri sendiri. Anak kecil ketika dimarahi oleh orang tuanya, mereka tidak akan menjauh, memarahi balik, apalagi memukuli. Malah s...

IBU YANG BERSEDIH

Gambar
  (Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-duduk-kesepian-murung-7929085/) Menjadi seorang ibu itu sulit, ya. Kadang aku bisa merasakan senang dan sedih dalam satu waktu. Terkadang aku hanyut dalam kesedihan yang begitu mendalam tanpa tahu alasannya. Perasaan khawatir, ketidaksiapan, dan ketidaktahuan akan apa yang akan terjadi di masa depan membuatku tenggelam dalam pikiranku sendiri, bak benang kusut yang sulit terurai. Apa yang terjadi dengan diriku? Akankah rasa sedih ini adalah wujud dari lelahnya diri ini? Lelah fisik, mental, emosional, dan sosial. Bahkan dari literatur yang kubaca terdapat jenis lelah yang sulit untuk dijelaskan, lelah yang dideskripsikan malas melakukan aktivitas seperti biasanya bahkan aktivitas sederhana, lelah yang disebut soul exhaustion . Apakah aku sedang mengalami soul exhaustion ? Entahlah, yang kutahu lelah ini memaksaku tidak ingin melakukan apa-apa, hanya ingin duduk, diam, dan merenung, hingga tanpa sadar membuat air mataku...

KELABU

Gambar
  (Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/pohon-1061623/) Kelabu, seperti itulah gambaran hatiku hari ini. Tak bersemangat dan bergairah seperti hari-hari sebelumnya. Apa karena fisikku yang belum sehat sepenuhnya? Bisa jadi iya. Sebab tubuhku yang tidak begitu fit memengaruhi rutinitas hari ini, rutinitas yang semula sudah terjadwal tiba-tiba berubah. Aku pernah membaca sebuah teori bahwa rutinitas yang berubah berpeluang besar menimbulkan tantrum pada anak.  Benar saja, rupanya kondisiku saat ini memengaruhi emosional anak-anakku. Aku yang tidak bisa menemani mereka bermain seperti biasanya ternyata berpengaruh pada mental mereka. Jangan di tanya berapa kali mereka berdua tantrum seharian ini. Di awali dengan rebutan mainan, sulit memasang  kepingan puzzle yang membuat mereka akhirnya stres, menangis, dan meraung-raung. Tidak hanya itu, sore hari drama tantrum pun kembali terjadi disebabkan suamiku tidak mengajak kakak bermain sepeda di halaman rumah, k...

UJIAN HIDUP

Gambar
  (Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/sehat-orang-hati-tangan-4386466/) Puasa Ramadhan tinggal 9 hari lagi. Keluarga kami malah diuji dengan sakit yang diderita kedua anak kami, sakit biasa sih , hanya demam dan batuk pilek. Namun, sakitnya mereka di waktu yang bersamaan itulah yang cukup menguras tenagaku.  Kedua anakku yang selisih usianya hanya terpaut satu tahun saja membuatku kewalahan dalam mengurusnya. Satunya minta digendong, satunya lagi minta ditemani tidur. Ya Allah, badanku hanya satu , ujarku membatin.  Di saat bersamaan ada rasa sedih dan kesal karena tidak bisa berlaku adil untuk mereka berdua. Jangankan saat sakit, di saat sehat-sehat saja terkadang aku sulit untuk berlaku adil.  Anak sulungku yang memiliki perasaan begitu peka, terlihat sangat sedih ketika aku lebih memilih menggendong adiknya. Kesedihannya sangat terasa dibatinku. Mama harus apa, Kak. Maafkan mama, ya .  Melihat raut wajah sulungku yang tak kuat menahan sedih y...

MENJADI ORANG TUA (BAGIAN 3)

Gambar
  Saat menjadi orang tua, ujian kesabaran terjadi bukan hanya saat mendapati perilaku menantang anak, tetapi juga saat anak sedang jatuh sakit.  Mengurus anak yang sedang sakit rupanya jauh lebih melelahkan, lelah fisik, mental, emosional menjadi satu. Saat itu, aku tak bisa melakukan pekerjaan yang lain selain di tempat tidur mengurus anak.  Suara tangisan dan rengekan anakku seolah membawaku ke pengalaman masa kecilku dahulu, di mana aku tidak dibiarkan untuk menangis menyelami perasaan sakit yang aku rasakan.  Pengalaman seolah itu mengetuk alam bawah sadarku untuk melakukan hal yang sama. Untungnya aku  memiliki support system yang terbaik. Ya, dialah suamiku yang selalu sigap bergantian denganku. Menjadi orang tua ternyata sangat melelahkan, perjuangannya begitu dramatis, makanya bayarnya sangat mahal yang tak mampu ditukar dengan kekayaan dunia. Aku pun tak yakin akankah aku pantas menerima imbalan syurga-Nya? Sebab aku belum merasa menjadi orang tua yang...

MERANTAU

Gambar
Tinggal di tanah rantau, jauh dari keluarga besar adalah jalan hidup yang harus kutanggung risikonya. Hiruk pikuk ibu kota yang bising membuka mataku lebar-lebar bahwa hidup adalah sebuah perjuangan. Jika dulu aku tak pernah memberanikan diri melanjutkan studi magister di tanah Jawa, pasti tak akan kurasakan menjadi pejuang yang sesungguhnya. Merasakan kondisi keuangan yang terjepit, sakit yang dilalui seorang diri, bahkan pernah dicaci oleh seorang pengamen karena membayarnya dengan uang receh. Bekal pengalaman merantau ini banyak memberi pengaruh pada gaya pengasuhanku. Aku ingin mendidik anak-anakku agar bisa melihat dunia dengan kaca mata yang lebih luas, di mana kita tinggal, kita harus bisa menyesuaikan diri, kita harus bisa memaknai kehidupan dari berbagai sisi. Tak harus menjadi orang yang paling pintar dan populer, tetapi harus menjadi orang yang paling peka terhadap orang di sekitar, empati. Ya, punya perasaan empati itu sangat dibutuhkan di setiap perjalanan hidup ini, d...

BISING

Gambar
  (Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/jaket-denim-pria-berwarna-biru-memegang-megaphone-5935755/) Kurasa cuaca hari ini baik-baik saja. Tak ada hujan badai atau peringatan cuaca ekstrem. Cerah seperti hari-hariku biasanya. Namun, mengapa orang-orang disekitarku begitu heboh  membicarakan hidupku yang bahkan mereka pun tak mengalaminya. Membuatku tak bisa membedakan mana yang peduli dan mana yang sekadar bergosip.  Apa salahnya dengan sekolah tinggi-tinggi, tetapi hanya berstatus ibu rumah tangga? Apa salahnya dengan hanya mengandalkan gaji suami? Lantas, mereka yang bekerja di luar rumah pun sama halnya menjadi bahan pembicaraan.  Apa salahnya sih , bekerja di luar rumah dan menitipkan anak bersama pengasuhnya? Apa salahnya mengurus rumah dibantu ART (asisten rumah tangga)? Mengapa semuanya menjadi serba salah di mata orang lain?  Kurasa hidupku baik-baik saja, bahkan bahagia dan berkecukupan. Tetapi anehnya orang lain yang melihat malah memutar...

MENIKMATI PERAN

Gambar
(Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/makanan-salad-sehat-wanita-7262911/) Kini, usiaku sudah beranjak 31 tahun. Usia di mana orang-orang seumuranku sudah menggapai kesuksesan dalam hidupnya. Mendapat popularitas, harta yang berlimpah, serta jabatan yang mentereng. Tak pernah sedikit pun terpikirkan olehku, di usia yang sekarang aku berada di fase hidup yang tidak seperti dilakukan banyak orang. Saat orang lain sedang berjibaku dengan kesuksesan kariernya, aku masih di sini menikmati peranku sebagai seorang ibu rumah tangga. Ada sebagian orang yang mengidamkan berada diposisiku sekarang, mengurus rumah, mengurus anak, dan mengurus suami tanpa harus memikirkan “besok makan apa?” karena keuangan keluarga yang stabil tiap bulannya. Meskipun demikian, ada rasa risih dengan gelar magister yang ada di belakang namaku. Bukan, bukannya aku tidak bersyukur, melainkan gelar ini membebaniku tiap kali aku mengingat perjuangan ibu dan suamiku yang telah berjuang menyekolahkanku....

TENTANG KEPEDULIAN

Gambar
  (Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/pria-menggendong-bayi-286625/) Setiap fase kehidupan kita pasti akan menemui halangan dan rintangan, tidak terkecuali dalam mengasuh anak. Perlu kita sadari bahwa setiap hambatan yang kita temui pasti selalu mengandung hikmah yang sayangnya jarang kita sadari, sebab terlalu fokus mengeluhkan hal yang sudah terjadi. Sudah banyak testimoni tentang mengasuh anak itu tidak mudah, sudah terlanjur tersebar asumsi mengasuh anak sepenuhnya dilakukan oleh seorang ibu, dan sudah banyak data di luar sana yang menunjukkan kenakalan remaja akibat pola asuh orang tuanya. Pengalaman mengasuh anak yang penuh lika-liku sudah cukup sebagai bahan renungan bahwa proses ini butuh kesadaran penuh untuk menerima keterbatasan diri. Jika kita sudah berusaha sesuai dengan kapasitas diri, namun hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi. Maka inilah saat yang tepat untuk menyadari bahwa hidup bukan hanya sekadar pemenuhan ekspektasi belaka. Ada hal yang...

MANFAAT POLA PIKIR DAMAI DALAM PERNIKAHAN

Gambar
  (Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/jembatan-dan-pengantin-pria-berdiri-sambil-memegang-buket-bunga-2959192/) Menurut para ahli, pernikahan adalah suatu ikatan yang sah antara dua orang yang berbeda jenis kelamin dan disahkan oleh hukum atau agama yang mengikat mereka sebagai suami istri. Pernikahan merupakan suatu tindakan yang membentuk hubungan yang serius dan berkomitmen antara dua individu yang ingin hidup bersama seumur hidup. Pernikahan juga bentuk kemitraan dan kerjasama antara suami dan istri dalam membentuk dan membesarkan keluarga. Menurut Yusuf & Sugandhi (2013) sebuah kesiapan diri untuk menikah sangat diperlukan dengan tujuan agar masing-masing pasangan dapat mengetahui, memahami, serta menyiapkan nilai-nilai pernikahan yang merujuk kepada makna dan hikmah pernikahan dalam hidup berkeluarga.    Membentuk pola pikir damai sangat penting dalam mempersiapkan pernikahan karena dapat membantu pasangan untuk menangani masalah dan konflik...

BUKAN GURU BK YANG GALAK

Gambar
(Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/guru-kulit-hitam-yang-ceria-dengan-beragam-anak-sekolah-5905918/) Apa yang ada di pikiran kalian jika mendengar kata guru BK (bimbingan dan konseling)? Galak? Atau malah sebaliknya? Sebagai seorang yang terlahir dari keluarga yang berprofesi sebagai guru, di mana Ibu adalah guru PAI (Pendidikan Agama Islam) sedangkan Ayah adalah guru BK. Aku menganggap guru BK bukanlah guru yang galak seperti apa yang diasumsikan banyak orang. Meski aku pernah mendengar sosok ayah di sekolah adalah guru BK yang ditakuti oleh siswa karena beliau identik dengan guru yang selalu membawa balok kayu saat melakukan razia tata tertib sekolah. Ya, meskipun cara ayahku masih tergolong kolot, tetapi tetap saja aku tidak melihat sosok guru BK yang galak dalam diri ayahku. Apa karena beliau adalah ayahku? Sebab bagiku, ayah adalah orang tua yang selalu ada untukku. Ayah selalu mengantar jemput ke sekolah, menghadiri acara penerimaan rapor, mendukung kegiatanku ...

KHAWATIR

Gambar
  (Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/foto-pria-bersandar-di-meja-kayu-3132388/) Beberapa hari ini, aku merasa kewalahan menjalani rutinitas, pun ditambah segudang pemikiran yang memicu rasa khawatir yang berlebihan. Banyaknya hal yang sedang aku pikirkan tentang masa depan memengaruhi suasana hatiku, sehingga membuatku tenggelam dengan kekhawatiran akan sesuatu yang belum terjadi. Di saat semangat belajar mendalami dunia menulis sedang berkobar, di saat itu pula aku merasa kewalahan dalam menjalani seluruh rutinitas dan tanggung jawabku sebagai seorang ibu secara berbarengan. Ya, aku akui ada hal-hal yang tidak perlu aku paksakan, berdamai dengan keadaan adalah hal yang harus aku lakukan. Memikirkan sekolah untuk anakku, mencari kegiatan untuk meng- upgrade diri, serta bagaimana perjalanan karierku jika nanti anak-anakku sudah bersekolah. Apakah aku tetap menjadi ibu rumah tangga? Apakah akan ada kesempatan bagiku mewujudkan impianku menjadi seorang dosen? ...

TRIAL SEKOLAH ANAKKU

Gambar
  (Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/lukisan-anak-di-meja-putih-3662630/) Hari ini, pertama kalinya anakku mengikuti trial sekolah secara offline , karena kami berencana tahun ini ingin memasukkannya ke TK A. Dari empat sekolah yang kami survei di hari selasa kemarin, sekolah ini satu-satunya yang membuka trial untuk calon siswa tahun ajaran 2023/2024. Tentu saja aku tidak ingin melewatkan kesempatan trial ini. Kesempatan yang bisa aku gunakan untuk melihat antusias anakku mengikuti pembelajaran, kualitas guru yang mengajar, dan juga menilai situasi sekolah selama pembelajaran berlangsung. Seperti yang sudah aku ceritakan ditulisan sebelumnya, aku mendapat saran dari psikolog anak tempat anakku mengikuti kelas bermain, agar mencari sekolah dengan mengutamakan pada perlakuan guru ke siswa, bagaimana guru memandang setiap siswa itu unik. Sehingga nantinya akan memudahkan anakku untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Trial dimulai pada pukul 08.30 WIB,...