KHAWATIR
Beberapa hari ini, aku merasa kewalahan menjalani rutinitas,
pun ditambah segudang pemikiran yang memicu rasa khawatir yang berlebihan.
Banyaknya hal yang sedang aku pikirkan tentang masa depan memengaruhi suasana
hatiku, sehingga membuatku tenggelam dengan kekhawatiran akan sesuatu yang belum
terjadi.
Di saat semangat belajar mendalami dunia menulis sedang
berkobar, di saat itu pula aku merasa kewalahan dalam menjalani seluruh
rutinitas dan tanggung jawabku sebagai seorang ibu secara berbarengan. Ya, aku
akui ada hal-hal yang tidak perlu aku paksakan, berdamai dengan keadaan adalah hal
yang harus aku lakukan.
Memikirkan sekolah untuk anakku, mencari kegiatan untuk meng-upgrade
diri, serta bagaimana perjalanan karierku jika nanti anak-anakku sudah bersekolah.
Apakah aku tetap menjadi ibu rumah tangga? Apakah akan ada kesempatan bagiku mewujudkan
impianku menjadi seorang dosen?
Pikiranku pun dirasuki kekhawatiran akan masa depan yang
sudah pasti akan terjadi. Seperti datangnya ajal, siapakah yang lebih dulu dipanggil
menghadap Sang Pencipta? Aku atau suamiku? Bagaiamna masa depan anak-anakku
jika suamiku sebagai tulang punggung keluarga ini dipanggil lebih dulu, sedang
aku hanya berstatus sebagai seorang ibu rumah tangga. Aku terlalu mengkhawatirkan
rezeki yang sudah menjadi urusan-Nya.
Di sisi lain, aku ingin mewujudkan keinginan ibuku agar bisa
bekerja dan menjadi istri yang tidak hanya mengandalkan gaji suami. Apalagi
gelar magister dibelakang namaku yang sayang jika tidak dimanfaatkan untuk bekerja.
Sebagai seorang single parent, ibuku pernah mengingatkanku untuk tetap bekerja
agar punya penghasilan sendiri. Jadi, jika sewaktu-waktu ditinggal suami lebih
dulu, kondisi keuangan keluarga tidak mengalami kolaps “Kau lihatlah mama ini,
walaupun ditinggal papa, mama tetap punya penghasilan untuk dipakai bayar
sekolah dan kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Perkataan ibuku, akhir-akhir ini menguasai pikiranku yang akhirnya
membuatku mencari lowongan pekerjaan sebagai penulis lepas. Saat ini, menjadi
penulis lepaslah yang bisa aku kerjakan, karena waktunya yang fleksibel dan
juga bisa dikerjakan hanya dari rumah.

Komentar
Posting Komentar