Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

Tentang Sibling Rivalry

Di setiap fase pertumbuhan dan perkembangan anak, orang tua pasti akan menemui tantangan yang tidak jarang bikin pusing kepala. Begitu pula dengan tantangan baru yang saya rasakan sekarang. Ya, Sibling Rivalry ! Sebenarnya bukan yang baru sekali sih, karena sibling rivalry ini sudah ada sejak kakak usia 2,5 tahun, dan adiknya 1,5 tahun. Kira-kira sudah 6 bulan terakhir saya masih berada ditahap penyesuaian sambil belajar menangani situasi sibling rivalry ini. Awalnya saya berpikir ketika anak-anak memasuki usia 2 tahun yang menjadi PR besar adalah menangani emosinya yang sering diistilahkan dengan terribel twos yang erat kaitannya dengan munculnya tantrum. Sehingga saya lebih banyak membaca referensi tentang penanganan soal tantrum saja. Namun rupaya setelah kakak memasuki usia 2,5 tahun muncul tantangan baru yaitu sibling rivalry yang juga sepaket dengan penanganan emosi, tetapi sibling rivalry ini sedikit lebih kompleks karena saya harus memperhatikan kondisi kedua anak saya. T...

Mereka Berbeda Tetapi Lahir dari Rahim yang Sama

Saya adalah ibu yang memiliki 2 orang anak yang selisih usianya hanya 12 bulan saja. Dimana keduanya berjenis kelamin perempuan. Karena kehadiran mereka, saya selalu mendapat inspirasi untuk terus menulis. Keseharian bersama mereka lah yang selalu memberikan cerita-cerita yang berbeda setiap harinya. Kedua anak saya yang meski lahir dari rahim yang sama, namun memiliki karakter yang berbeda. Orang tua yang memiliki 2 orang anak atau lebih pasti mengalami hal yang sama seperti saya. Bagi saya, perjalanan mengasuh anak pertama didominasi oleh kebingungan, istilahnya meraba-raba. Ya, namanya juga anak pertama, yang artinya memberikan pengalaman pertama saya sebagai seorang ibu. Yang pertama kali memanggil saya dengan sebutan ‘mama’. Berkat kehadirannya saya jadi banyak belajar beragam ilmu parenting. Anak pertama saya yang di 6 bulan pertama MPASI tidak pernah GTM (gerakan tutup mulut) sama sekali, diumurnya yang belum 3 tahun waktu itu masih sering mendengarkan perintah dan larangan ...

Mengapa Ilmu Agama, Parenting, dan Kesehatan Mental?

Ilmu agama adalah ilmu yang penting dan utama untuk kita pelajari, tidak hanya ketika menjadi orang tua saja. Tetapi, akan semakin baik ketika sudah menjadi orang tua, kita makin memperdalam ilmu agama. Bisa dengan mendengarkan ceramah di youtube, atau dengan mendatangi majelis ilmu, bisa dengan tadabur Al-Qur’an, dan membaca buku. Mengapa penting? Anak adalah amanah yang harus dijaga fitrahnya, ketika kita tahu bahwa anak adalah anugerah dari Allah, maka kita akan menjaga anugerah itu sebaik-baiknya. Namun yang menjadi persoalan disini adalah ketika kemampuan kita sebagai manusia pun terbatas. Kelelahan yang teramat sangat akan mudah memantik amarah. Dimana emosi marah inilah yang biasanya hadir saat mengasuh anak. Marah adalah emosi dasar manusia, namun sering muncul ketika anak melakukan kesalahan. Ketika kita marah inilah jalan setan menggoda agar kita berlaku kasar ke anak. Lalu bagaimana cara kita melawan godaan setan itu? Tentu saja dengan ilmu agama. Dalam agama islam diajark...

3 Tahun Menjadi Ibu

Sudah 3 tahun lamanya saya menjalani peran sebagai seorang ibu. Dimana tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa menjadi orang tua memiliki banyak suka maupun duka. Perjalanan hidup yang tidak pernah saya temukan di fase kehidupan sebelumnya. Benar adanya, bahwa setiap perjalanan hidup memiliki ceritanya masing-masing. Menjadi orang tua itu rumit dan kompleks tanggung jawabnya. Apalagi bagi saya yang sering sekali mengalami pergulatan batin ketika ekspektasi jauh dari realitanya. Jika sebelum memiliki anak, saya adalah pribadi yang cukup perfeksionis dan well prepare terhadap apa yang sudah saya rencanakan. Tetapi, ketika memiliki anak, jika saya menggunakan standar tersebut, wah sudah dipastikan saya akan stress berhari-hari. Oleh sebab itu, saya butuh waktu untuk berproses dari seorang yang perfeksionis masalah waktu ke seorang yang lebih legowo menerima realita. Lalu, bagaimana dengan pola asuh yang diwariskan oleh orang tua saya dulu? Ya, pola asuh inilah yang sebenarnya paling...