MERANTAU



Tinggal di tanah rantau, jauh dari keluarga besar adalah jalan hidup yang harus kutanggung risikonya. Hiruk pikuk ibu kota yang bising membuka mataku lebar-lebar bahwa hidup adalah sebuah perjuangan. Jika dulu aku tak pernah memberanikan diri melanjutkan studi magister di tanah Jawa, pasti tak akan kurasakan menjadi pejuang yang sesungguhnya. Merasakan kondisi keuangan yang terjepit, sakit yang dilalui seorang diri, bahkan pernah dicaci oleh seorang pengamen karena membayarnya dengan uang receh.

Bekal pengalaman merantau ini banyak memberi pengaruh pada gaya pengasuhanku. Aku ingin mendidik anak-anakku agar bisa melihat dunia dengan kaca mata yang lebih luas, di mana kita tinggal, kita harus bisa menyesuaikan diri, kita harus bisa memaknai kehidupan dari berbagai sisi. Tak harus menjadi orang yang paling pintar dan populer, tetapi harus menjadi orang yang paling peka terhadap orang di sekitar, empati.

Ya, punya perasaan empati itu sangat dibutuhkan di setiap perjalanan hidup ini, dan empati harus diasah sedari kecil. Dengan merantau, kami bisa bertemu dengan banyak orang yang berbeda secara suku, budaya, bahasa, warna kulit, dan agama. Sebab hidup ini bukan hanya tentang diri kita sendiri, kalau pun hanya memikirkan diri sendiri, artinya kita tidak menerapkan habluminannas seperti anjuran agama islam. Tentu aku tidak ingin anak-anakku menjadi pribadi yang antisosial.

Tinggal merantau yang dekat dengan ibu kota memberi akses kemudahan dalam mengasuh anak. Mudah mencari informasi terkait tumbuh kembang anak, banyak pilihan dokter dan psikolog anak yang memiliki ilmu dan pengalaman yang mumpuni, tersedia banyak fasilitas pendidikan, dan bertemu dengan orang-orang yang berbeda dapat membantuku menumbuhkan sikap peduli dalam diri anak-anakku.

Dengan merantau aku memiliki kesempatan yang besar untuk mengaktualisasikan diri, berbaur dengan para ibu dalam sebuah komunitas parenting, dan memiliki banyak relasi, yang tentunya menguntungkan jika ingin membangun bisnis.


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KELABU

BISING

Kesalahan Mengatasi Sibling Rivalry