Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2022

Ibu Depresi? Siapa yang Salah?

Depresi bisa dialami oleh siapa saja, termasuk seorang ibu. Bahkan seorang ibu tergolong orang yang rentan mengalami depresi. Betapa tidak, peran ibu dapat membuat seorang wanita mengalami perubahan drastis pada dirinya, ditambah tugas-tugas multiperan yang harus ia jalani. Dimana multiperan ini mencakup perannya sebagai seorang individu, istri, dan ibu. Mengurus diri sendiri, suami, anak, rumah, belum lagi kalau ibu bekerja di ranah publik, maka bertambah lagi urusannya. Dari situ lahirlah istilah waktu 24 jam tidak cukup bagi seorang ibu. Belum lama ini, kita dikagetkan dengan pemberitaan seorang ibu yang tega menggorok leher anaknya hingga tewas. Berbagai penyebab pun muncul ketika ibu tersebut mengutarakan alasannya saat diwawancarai di dalam tahanan. Ya, apalagi kalau bukan karena tekanan hidup yang berujung depresi. Lantas, apa saja sih yang menjadi penyebab seorang ibu mengalami depresi? Berdasarkan beberapa literatur yang saya baca dan pengalaman 3 tahun menjadi seorang ib...

Oh, Begini Rasanya!

Gambar
Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata ibu rumah tangga? Di rumah saja? Hanya mengurus urusan dapur? Tidak menghasilkan uang? Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang ibu rumah tangga. Ada yang menganggap menjadi ibu rumah tangga itu enak, duduk diam di rumah hanya menunggu nafkah bulanan dari suami yang terus mengalir. Ada pula yang menganggap menjadi ibu rumah tangga itu sulit karena ruang kerjanya yang sempit, ditambah lagi harus mengerjakan segudang pekerjaan rumah yang rasanya tidak pernah ada habisnya, bahkan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga minim apresiasi, dan tidak ada keuntungan dari segi materi. Sehingga banyak yang menganggap menjadi ibu rumah tangga tidak memberikan keuntungan sama sekali, yang akhirnya dibanding-bandingkan dengan mereka para ibu pekerja yang lebih mandiri dan bisa menghasilkan uang sendiri. Dulu sebelum menikah, tidak pernah terbesit sama sekali dipikiran saya akan menjadi seorang ibu rumah tangga. Sebelumnya saya memiliki b...

Kesalahan Mengatasi Sibling Rivalry

Menghadapi dua orang anak yang sedang berkelahi adalah hal yang sangat menguji kesabaran. Apalagi kejadian itu terjadi disaat kita sedang melakukan aktivitas yang lain, misalnya sedang memasak di dapur, dan tiba-tiba terdengar suara teriakan perkelahian anak-anak. Hal yang saya rasakan disaat itu adalah sulitnya mengontrol diri untuk tetap tenang. Sepertinya otak saya ini  secara tiba-tiba menerima stimulus yang cukup besar sehingga menghasilkan respon yang juga cukup besar. Kesannya seperti wasit yang tiba-tiba membunyikan pluit dengan kencang. Akhirnya apa? Akhirnya saya pun terbawa suasana, jadi berteriak juga untuk menghentikan keduanya. Sebenarnya respon kita saat tiba-tiba mendapati anak kita berkelahi bisa di atur supaya lebih tenang dan bersikap lebih lembut. Tapi, ini butuh latihan terus, latihan lagi, dan lagi. Namun, seringkali tanpa kita sadari ada beberapa kesalahan yang kita lakukan saat sedang menghadapi anak yang rebutan mainan. Nah, ketika anak-anak rebutan mai...