Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2023

TIDAK BUTUH VALIDASI

Gambar
  (Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-muda-yang-bahagia-memainkan-ukulele-untuk-putrinya-di-rumah-3975635/) Perjalanan menjadi seorang ibu sering kali menemui tantangan yang tak terduga. Peran ini juga membuat hati, pikiran, dan perasaan sering mengalami pergolakan. Bahkan kita sendiri tak jarang tidak mengetahui ada apa dengan diri kita? Mood yang mudah berubah-ubah diakibatkan intervensi diberbagai kondisi, seperti saat anak sedang sulit makan, tubuh yang sedang mengalami kelelahan fisik dan mental, atau sedang sibuk dengan urusan pekerjaan.   Saking tidak mudahnya menjalani peran sebagai seorang ibu, dan juga tidak ada indikator keberhasilan suatu pengasuhan, terkadang membuat kita menginginkan reward dari lingkungan. Sederhananya r eward yang berbentuk pengakuan dan validasi. Sadar atau tidak, sebagai seorang ibu kita juga menginginkan validasi dari orang lain, ingin diakui sebagai seorang ibu yang sukses. Di zaman sekarang, mendapatkan valid...

BAHAGIA YANG SEDERHANA

Gambar
(Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/cinta-laptop-menjelajah-internet-6393332/)   Setiap orang memiliki definisi bahagianya masing-masing. Ada yang bahagia ketika mendapatkan pekerjaan, ada yang ketika gajian, ada yang ketika makan makanan favoritnya, ada yang ketika bisa berbagi dengan orang lain, ada yang ketika bisa berkumpul dengan keluarga, dan lain-lain. Setiap kita pun merasakan kebahagiaan disetiap moment yang berbeda. Di tempat kerja , di rumah, di perjalanan, di tempat wisata, di warung makan, dan lain sebagainya. Tapi, tahukah kalian ketika mendapat gelar sebagai seorang ibu, bahagia kita menjadi sederhana yang berfokus pada satu subjek. Ya, anak kita. Ketika menjadi seorang ibu, bahagia yang aku rasakan menjadi begitu spesifik dan sederhana. Bahagiaku ada di dalam rumah saat menyaksikan langsung setiap fase tumbuh kembang anakku. Bagiku, hal ini adalah moment langka yang tidak bisa terulang selama menjalani peran sebagai orang tua. Jika ditanya mo...

TAK MASALAH TETAP PERFEKSIONIS

Gambar
  (Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/terbakar-habis-lelah-pekerja-atas-6837649/) Tanggung jawab yang dijalani oleh seorang ibu tak jarang membuat kita tertekan. Apalagi telah beredar asumsi bahwa mengasuh anak utamanya dilakukan oleh seorang ibu. Asumsi tersebut membentuk idelisme dalam masyarakat mengenai peran ibu yang sempurna. Penilaian akan kesempurnaan tersebut membuat kita takut akan hukuman sosial ketika merasa gagal memenuhi standar pengasuhan yang tinggi. Hal tersebut akhirnya memberi kontribusi dalam meningkatkan stres pengasuhan. Di tambah lagi setiap orang tua memiliki standar perfeksionisnya masing-masing. Dalam sebuah studi mengatakan bahwa salah satu faktor risiko parental burnout adalah perfeksionisme yang dimiliki orang tua. Pada akhirnya faktor-faktor itulah yang membuat kita sulit untuk menerima kekurangan diri sendiri, merasa tidak cukup dengan upaya-upaya yang sudah kita lakukan sebagai seorang ibu. Padahal sebagai seorang manusia, sudah p...

MELUPAKAN PERAN SEBAGAI ISTRI

Gambar
  (Sumber foto:  https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-tangan-kotor-tidak-berwajah-7282378/) Saat mendapat gelar sebagai seorang ibu, kehidupan seorang wanita akan banyak mengalami perubahan. Kita akan disibukkan dengan peran baru yang menyita waktu. Fokus kita beralih pada anggota keluarga baru yang bertubuh kecil dan mungil. Saking menikmati peran sebagai ibu, kita terkadang lupa dengan peran sebagai istri. Jangankan memikirkan suami, memikirkan diri sendiri saja tidak. Saat resmi menyandang gelar ibu, kegiatan sehari-hariku tidak terlepas dari memenuhi kebutuhan anakku. Kekhawatiran dan kecemasan yang aku rasakan tidak pernah luput dari tanggung jawabku dalam memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anakku. Hadirnya seorang anak tidak hanya memengaruhi fisik dan mentalku, melainkan juga pada hubungan dengan suamiku. Sebab disibukkan dengan tugas sebagai seorang ibu, tak jarang membuatku lupa memenuhi kewajibanku sebagai seorang istri. Aku pun mengalami perubahan mood yang ...

MENJADI IBU YANG BERDAYA

Gambar
(Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/cangkir-diisi-dengan-kopi-dekat-buku-261579/)   Sudah hampir empat tahun lamanya aku menekuni dunia menulis. Saat itu, anak pertamaku masih berusia lima bulan, dan kami tinggal di rumah kontrakan dua pintu yang kira-kira berukuran 3x6 meter. Kontrakan yang tidak begitu luas dan jam tidur anakku yang lebih lama, membuat tugasku sebagai ibu rumah tangga menjadi ringan. Aku bisa mengerjakan pekerjaan rumah dalam waktu yang singkat, sebab itulah waktu luangku lebih banyak. Banyaknya waktu luang membuatku termotivasi untuk melakukan hal yang lebih produktif agar waktuku lebih bermanfaat. Jika ditanya mengapa memilih dunia kepenulisan? Sederhana sih , karena aku senang bercerita melalui tulisan. Selama hampir empat tahun belakangan ini, aku belajar menulis autobiografi, cerita anak, cerpen, hingga artikel. Sampai saat ini aku sudah menerbitkan beberapa karya di antaranya, satu buku solo, 21 buku antologi fiksi maupun non fiksi, menerbit...

ADA APA DENGAN REMAJA KITA?

Gambar
  Masa remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak, perbedaan tuntutan antara masa kanak-kanak dan remaja seringkali membuat para remaja mengalami tekanan yang menimbulkan perasaan insecure dan tidak percaya diri. Sebagai seorang yang memiliki pengalaman bekerja sebagai guru BK, penyebab masalah yang sering terjadi di sekolah rata-rata berasal dari lingkungan keluarga.  Seperti trauma masa kecil yang belum tuntas, pola asuh otoriter, adanya hukuman fisik, hingga orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya ke pihak sekolah untuk mengubah perilaku si anak. Apalagi orang tua menganggap sudah membayar sekolah dengan mahal, harapannya mendapatkan output yang sesuai dengan harga yang dikeluarkan. Faktor-faktor penyebab itulah yang menimbulkan ketidaknyamanan selama berada di rumah dan senantiasa menutup diri. Adanya pengalaman buruk akibat perlakukan orang tua menimbulkan trust issue yang mengakibatkan remaja memilih untuk ...

MENCARI SEKOLAH UNTUK ANAKKU

Gambar
Bulan Januari aku mendaftarkan anak sulungku di kelas bermain yang dilaksanakan selama empat kali pertemuan, mengikutkan anakku dalam kelas tersebut dengan pertimbangan usianya yang sudah memasuki 4 tahun, dan sudah waktunya untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya. Selain itu, aku pun sudah jarang melakukan kegiatan structure play bersamanya, kegiatan di kelas bermain akan membantu menstimulasi aspek-aspek perkembangannya. Pertemuan pertama di kelas bermain, aku tidak begitu kaget dengan sikap anakku yang masih malu untuk berbaur dengan teman-temannya. Bahkan dia pun sempat melakukan penolakan pada seorang guru yang mencoba mendekatinya. Ketika sang guru berusaha mendekatkan diri padanya, dia selalu menghindar bahkan berlari menjauh. Sebagai seorang ibu yang menyaksikan langsung sikap anakku, sempat khawatir apabila anakku selalu melakukan penolakan, maka akan sulit untuk dia menerima stimulasi dari kegiatan tersebut. Alhamdulillah, kekhawatiranku terpatahkan dipertemuan ked...

UPAYA AWET MUDA MESKI SUDAH MEMILIKI ANAK

Gambar
  Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/tumpukan-batu-dekat-danau-355863/ Belum lama ini, media sosial kembali dihebohkan oleh opini seorang influencer yang terkenal sebagai penganut childfree . Dari akun media sosialnya beliau mengatakan resep awet muda adalah tidak memiliki anak. Opini sang influencer sontak menarik perhatian masyarakat yang tidak setuju dengannya, sehingga memicu para pengguna media sosial ikut angkat bicara. Khususnya kalangan ibu-ibu yang jelas membantah bahkan menyerang balik sang influencer . Sebagai seorang ibu yang memiliki dua orang anak dengan usia yang sudah memasuki kepala tiga, tentunya juga tidak setuju dengan opini beliau. Rasanya tidak adil jika anak dijadikan penyebab seorang wanita cepat menua karena pada dasarnya menua itu pasti. Jika memang saat memiliki anak seorang wanita terlihat semakin tua, bisa jadi ada yang salah dengan pola hidup kita. Pola hidup tidak hanya menyangkut kondisi fisik saja melainkan juga kondisi mental...