Postingan

CONTENT WRITER TIDAK BISA DIGANTIKAN OLEH CHAT GPT! INILAH 3 ALASANNYA.

Gambar
  Pexels.com Beberapa bulan belakangan ini teknologi AI begitu meresahkan para pekerja yang kemungkinan terancam kehilangan pekerjaannya, akibat kecanggihan teknologi AI yang diyakini dapat menggantikan pekerjaan mereka. Salah satu teknologi AI yang meresahkan adalah Chat GPT. Siapa sih yang tidak pernah mendengar Chat GPT? Pasti kamu sudah pernah mendengarnya bukan? Katanya Chat GPT digadang-gadang dapat menggantikan profesi penulis. Ah , masa sih ? Kamu percaya, nggak ? Awal munculnya Chat GPT pun ramai diperbincangkan di komunitas penulis, tidak sedikit pula yang merasa terancam bahkan siap bersaing dengan Chat GPT agar tidak kehilangan pekerjaan dari menulis. Apalagi kamu yang bekerja sebagai freelance content writing dan copywriting yang menjadikan pekerjaan ini satu-satunya sumber penghasilan, tentu kehadiran Chat GPT akan mengancam mata pencaharianmu bukan? Tapi tenang saja, setelah membaca tulisan ini dijamin kamu tidak akan khawatir lagi. Iya sih , Chat GPT ini me...

BELAJAR DARI ANAK KECIL

Gambar
(Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/2-gadis-berjalan-di-jembatan-coklat-pada-siang-hari-50581/) Jika waktu dapat diputar kembali, kuingin rasanya kembali pada masa kanak-kanak. Masa di mana pikiranku dipenuhi dengan keinginan untuk bermain, bermain, dan bermain tanpa memikirkan apa kata orang. Masa di mana tak memikirkan beban hidup, dan masa di mana hati tetap bersih dari benci. Seiring berjalannya waktu, menjalani fase kehidupan baru sebagai orang dewasa nampaknya menimbulkan banyak kontroversi. Semakin dewasa, mengapa hidup serumit ini? mengapa banyak hal yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan sebagai seorang dewasa? Di usiaku yang sudah memasuki kepala tiga, aku sudah memiliki dua orang anak. Hari-hariku sebagian besar kuhabiskan membersamai mereka. Dari mereka, aku banyak belajar bahwa sepelik apa pun hidup kita, tetaplah menjadi diri sendiri. Anak kecil ketika dimarahi oleh orang tuanya, mereka tidak akan menjauh, memarahi balik, apalagi memukuli. Malah s...

IBU YANG BERSEDIH

Gambar
  (Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-duduk-kesepian-murung-7929085/) Menjadi seorang ibu itu sulit, ya. Kadang aku bisa merasakan senang dan sedih dalam satu waktu. Terkadang aku hanyut dalam kesedihan yang begitu mendalam tanpa tahu alasannya. Perasaan khawatir, ketidaksiapan, dan ketidaktahuan akan apa yang akan terjadi di masa depan membuatku tenggelam dalam pikiranku sendiri, bak benang kusut yang sulit terurai. Apa yang terjadi dengan diriku? Akankah rasa sedih ini adalah wujud dari lelahnya diri ini? Lelah fisik, mental, emosional, dan sosial. Bahkan dari literatur yang kubaca terdapat jenis lelah yang sulit untuk dijelaskan, lelah yang dideskripsikan malas melakukan aktivitas seperti biasanya bahkan aktivitas sederhana, lelah yang disebut soul exhaustion . Apakah aku sedang mengalami soul exhaustion ? Entahlah, yang kutahu lelah ini memaksaku tidak ingin melakukan apa-apa, hanya ingin duduk, diam, dan merenung, hingga tanpa sadar membuat air mataku...

KELABU

Gambar
  (Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/pohon-1061623/) Kelabu, seperti itulah gambaran hatiku hari ini. Tak bersemangat dan bergairah seperti hari-hari sebelumnya. Apa karena fisikku yang belum sehat sepenuhnya? Bisa jadi iya. Sebab tubuhku yang tidak begitu fit memengaruhi rutinitas hari ini, rutinitas yang semula sudah terjadwal tiba-tiba berubah. Aku pernah membaca sebuah teori bahwa rutinitas yang berubah berpeluang besar menimbulkan tantrum pada anak.  Benar saja, rupanya kondisiku saat ini memengaruhi emosional anak-anakku. Aku yang tidak bisa menemani mereka bermain seperti biasanya ternyata berpengaruh pada mental mereka. Jangan di tanya berapa kali mereka berdua tantrum seharian ini. Di awali dengan rebutan mainan, sulit memasang  kepingan puzzle yang membuat mereka akhirnya stres, menangis, dan meraung-raung. Tidak hanya itu, sore hari drama tantrum pun kembali terjadi disebabkan suamiku tidak mengajak kakak bermain sepeda di halaman rumah, k...

UJIAN HIDUP

Gambar
  (Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/sehat-orang-hati-tangan-4386466/) Puasa Ramadhan tinggal 9 hari lagi. Keluarga kami malah diuji dengan sakit yang diderita kedua anak kami, sakit biasa sih , hanya demam dan batuk pilek. Namun, sakitnya mereka di waktu yang bersamaan itulah yang cukup menguras tenagaku.  Kedua anakku yang selisih usianya hanya terpaut satu tahun saja membuatku kewalahan dalam mengurusnya. Satunya minta digendong, satunya lagi minta ditemani tidur. Ya Allah, badanku hanya satu , ujarku membatin.  Di saat bersamaan ada rasa sedih dan kesal karena tidak bisa berlaku adil untuk mereka berdua. Jangankan saat sakit, di saat sehat-sehat saja terkadang aku sulit untuk berlaku adil.  Anak sulungku yang memiliki perasaan begitu peka, terlihat sangat sedih ketika aku lebih memilih menggendong adiknya. Kesedihannya sangat terasa dibatinku. Mama harus apa, Kak. Maafkan mama, ya .  Melihat raut wajah sulungku yang tak kuat menahan sedih y...

MENJADI ORANG TUA (BAGIAN 3)

Gambar
  Saat menjadi orang tua, ujian kesabaran terjadi bukan hanya saat mendapati perilaku menantang anak, tetapi juga saat anak sedang jatuh sakit.  Mengurus anak yang sedang sakit rupanya jauh lebih melelahkan, lelah fisik, mental, emosional menjadi satu. Saat itu, aku tak bisa melakukan pekerjaan yang lain selain di tempat tidur mengurus anak.  Suara tangisan dan rengekan anakku seolah membawaku ke pengalaman masa kecilku dahulu, di mana aku tidak dibiarkan untuk menangis menyelami perasaan sakit yang aku rasakan.  Pengalaman seolah itu mengetuk alam bawah sadarku untuk melakukan hal yang sama. Untungnya aku  memiliki support system yang terbaik. Ya, dialah suamiku yang selalu sigap bergantian denganku. Menjadi orang tua ternyata sangat melelahkan, perjuangannya begitu dramatis, makanya bayarnya sangat mahal yang tak mampu ditukar dengan kekayaan dunia. Aku pun tak yakin akankah aku pantas menerima imbalan syurga-Nya? Sebab aku belum merasa menjadi orang tua yang...

MERANTAU

Gambar
Tinggal di tanah rantau, jauh dari keluarga besar adalah jalan hidup yang harus kutanggung risikonya. Hiruk pikuk ibu kota yang bising membuka mataku lebar-lebar bahwa hidup adalah sebuah perjuangan. Jika dulu aku tak pernah memberanikan diri melanjutkan studi magister di tanah Jawa, pasti tak akan kurasakan menjadi pejuang yang sesungguhnya. Merasakan kondisi keuangan yang terjepit, sakit yang dilalui seorang diri, bahkan pernah dicaci oleh seorang pengamen karena membayarnya dengan uang receh. Bekal pengalaman merantau ini banyak memberi pengaruh pada gaya pengasuhanku. Aku ingin mendidik anak-anakku agar bisa melihat dunia dengan kaca mata yang lebih luas, di mana kita tinggal, kita harus bisa menyesuaikan diri, kita harus bisa memaknai kehidupan dari berbagai sisi. Tak harus menjadi orang yang paling pintar dan populer, tetapi harus menjadi orang yang paling peka terhadap orang di sekitar, empati. Ya, punya perasaan empati itu sangat dibutuhkan di setiap perjalanan hidup ini, d...