MENIKMATI PERAN
Kini, usiaku sudah beranjak 31 tahun. Usia di mana orang-orang
seumuranku sudah menggapai kesuksesan dalam hidupnya. Mendapat popularitas, harta
yang berlimpah, serta jabatan yang mentereng.
Tak pernah sedikit pun terpikirkan olehku, di usia yang
sekarang aku berada di fase hidup yang tidak seperti dilakukan banyak orang. Saat
orang lain sedang berjibaku dengan kesuksesan kariernya, aku masih di sini
menikmati peranku sebagai seorang ibu rumah tangga.
Ada sebagian orang yang mengidamkan berada diposisiku
sekarang, mengurus rumah, mengurus anak, dan mengurus suami tanpa harus memikirkan
“besok makan apa?” karena keuangan keluarga yang stabil tiap bulannya.
Meskipun demikian, ada rasa risih dengan gelar magister yang
ada di belakang namaku. Bukan, bukannya aku tidak bersyukur, melainkan gelar
ini membebaniku tiap kali aku mengingat perjuangan ibu dan suamiku yang telah berjuang
menyekolahkanku.
Akan tetapi, gelar ini juga membuatku sampai sekarang tetap optimis
bahwa cita-citaku ingin menjadi dosen masih akan tetap kuraih. Hanya saja, belum
bertemu waktu yang tepat.
Menjadi ibu rumah tangga tak selamanya membosankan seperti
kata orang, karena bagiku yang sudah beberapa tahun menjalaninya merasa berada
di zona nyaman kehidupan duniawi. Zona yang sebagian orang merasa terkungkung,
terabaikan, dan terisolasi dari lingkungan sosialnya.
Menjadi ibu rumah tangga memang tidak masuk di dalam daftar impianku
beberapa tahun yang lalu, hanya saja di masa kini, aku harus menjalani peran yang
memberikanku kesempatan besar untuk mencetak generasi penerus yang tidak haus
akan kasih sayang.
Saat ini, aku sedang menikmati peranku sebagai seorang ibu
rumah tangga. Menunda mimpiku demi proyek akhirat.
Ternyata, inilah cara-Nya menyayangi keluarga kami. Memberi
rezeki materi hanya melalui suamiku yang sudah lebih dari cukup untuk memenuhi
kebutuhan dan keinginan.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar