MENIKMATI PERAN

(Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/makanan-salad-sehat-wanita-7262911/)


Kini, usiaku sudah beranjak 31 tahun. Usia di mana orang-orang seumuranku sudah menggapai kesuksesan dalam hidupnya. Mendapat popularitas, harta yang berlimpah, serta jabatan yang mentereng.

Tak pernah sedikit pun terpikirkan olehku, di usia yang sekarang aku berada di fase hidup yang tidak seperti dilakukan banyak orang. Saat orang lain sedang berjibaku dengan kesuksesan kariernya, aku masih di sini menikmati peranku sebagai seorang ibu rumah tangga.

Ada sebagian orang yang mengidamkan berada diposisiku sekarang, mengurus rumah, mengurus anak, dan mengurus suami tanpa harus memikirkan “besok makan apa?” karena keuangan keluarga yang stabil tiap bulannya.

Meskipun demikian, ada rasa risih dengan gelar magister yang ada di belakang namaku. Bukan, bukannya aku tidak bersyukur, melainkan gelar ini membebaniku tiap kali aku mengingat perjuangan ibu dan suamiku yang telah berjuang menyekolahkanku.

Akan tetapi, gelar ini juga membuatku sampai sekarang tetap optimis bahwa cita-citaku ingin menjadi dosen masih akan tetap kuraih. Hanya saja, belum bertemu waktu yang tepat.

Menjadi ibu rumah tangga tak selamanya membosankan seperti kata orang, karena bagiku yang sudah beberapa tahun menjalaninya merasa berada di zona nyaman kehidupan duniawi. Zona yang sebagian orang merasa terkungkung, terabaikan, dan terisolasi dari lingkungan sosialnya.

Menjadi ibu rumah tangga memang tidak masuk di dalam daftar impianku beberapa tahun yang lalu, hanya saja di masa kini, aku harus menjalani peran yang memberikanku kesempatan besar untuk mencetak generasi penerus yang tidak haus akan kasih sayang.

Saat ini, aku sedang menikmati peranku sebagai seorang ibu rumah tangga. Menunda mimpiku demi proyek akhirat.

Ternyata, inilah cara-Nya menyayangi keluarga kami. Memberi rezeki materi hanya melalui suamiku yang sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan.

 

 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KELABU

BISING

Kesalahan Mengatasi Sibling Rivalry