BAHAGIA YANG SEDERHANA

(Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/cinta-laptop-menjelajah-internet-6393332/)
 

Setiap orang memiliki definisi bahagianya masing-masing. Ada yang bahagia ketika mendapatkan pekerjaan, ada yang ketika gajian, ada yang ketika makan makanan favoritnya, ada yang ketika bisa berbagi dengan orang lain, ada yang ketika bisa berkumpul dengan keluarga, dan lain-lain.

Setiap kita pun merasakan kebahagiaan disetiap moment yang berbeda. Di tempat kerja , di rumah, di perjalanan, di tempat wisata, di warung makan, dan lain sebagainya. Tapi, tahukah kalian ketika mendapat gelar sebagai seorang ibu, bahagia kita menjadi sederhana yang berfokus pada satu subjek. Ya, anak kita.

Ketika menjadi seorang ibu, bahagia yang aku rasakan menjadi begitu spesifik dan sederhana. Bahagiaku ada di dalam rumah saat menyaksikan langsung setiap fase tumbuh kembang anakku. Bagiku, hal ini adalah moment langka yang tidak bisa terulang selama menjalani peran sebagai orang tua.

Jika ditanya moment bahagia yang paling berkesan adalah saat anakku sembuh dari setiap sakitnya. Saat anak sakit, jiwa kita akan ikut merasakan sakitnya sebab ingin melihat anak selalu sehat dan bahagia.

Semuanya akan kita lakukan untuk menyenangkan sang anak. Ya, setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Ketika kebutuhan tersebut dapat terpenuhi, ada perasaan bahagia yang sulit untuk dideskripsikan yang tentu saja perasaan ini belum pernah aku rasakan sebelumnya.

Sebelum mempunyai anak, aku adalah seorang yang mengukur tingkat kebahagiaan dengan sesuatu yang bersifat materi. Namun, setelah memiliki anak kebahagiaan yang aku rasakan bukan lagi soal materi. Bagiku, kebahagiaan ini jauh lebih berharga dari nilai sebuah materi.  

Perjalanan menjadi orang tua membuatku berpikir bahwa bahagia yang sederhana sepaket dengan rasa syukur terhadap nikmat yang telah Allah berikan. Hmm.. ternyata bahagia yang sesungguhnya adalah bahagia yang mampu membuat kita bersyukur.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KELABU

BISING

Kesalahan Mengatasi Sibling Rivalry