MELUPAKAN PERAN SEBAGAI ISTRI

 

(Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-tangan-kotor-tidak-berwajah-7282378/)

Saat mendapat gelar sebagai seorang ibu, kehidupan seorang wanita akan banyak mengalami perubahan. Kita akan disibukkan dengan peran baru yang menyita waktu. Fokus kita beralih pada anggota keluarga baru yang bertubuh kecil dan mungil. Saking menikmati peran sebagai ibu, kita terkadang lupa dengan peran sebagai istri. Jangankan memikirkan suami, memikirkan diri sendiri saja tidak.

Saat resmi menyandang gelar ibu, kegiatan sehari-hariku tidak terlepas dari memenuhi kebutuhan anakku. Kekhawatiran dan kecemasan yang aku rasakan tidak pernah luput dari tanggung jawabku dalam memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anakku.

Hadirnya seorang anak tidak hanya memengaruhi fisik dan mentalku, melainkan juga pada hubungan dengan suamiku. Sebab disibukkan dengan tugas sebagai seorang ibu, tak jarang membuatku lupa memenuhi kewajibanku sebagai seorang istri. Aku pun mengalami perubahan mood yang lebih sering saat menjalani peran ini.

Saat aku merasa kelelahan, tak jarang membuat moodku kacau. Akibatnya membuatku tidak segan-segan mengeluarkan celetukan menohok pada suamiku. Hal itu aku lakukan semata-mata hanya ingin suamiku paham akan sinyal kelelahan yang aku rasakan. Jika ditanya mengapa tidak diberitahu dengan cara yang baik? Entah mengapa saat berada dikondisi yang membuatku sulit mengontrol amarahku, aku pun akan sulit mengutarakan keinginanku dengan cara yang baik. Sebab emosi negatif yang aku rasakan terlanjur menguasai diri. Para ibu di luar sana pasti paham jika berada dikondisiku.

Aku sangat bersyukur suamiku bukanlah tipe laki-laki yang mudah marah atau kembali membalas dengan celetukan yang lebih menampar. Tak bisa kubayangkan jika ia tipe lelaki yang temperamen dan sumbu pendek, hubungan kami pasti makin hari makin tidak sehat.

Beberapa hari yang lalu, aku melihat postingan Instagram di akun @tentanganak. dr. Mesty selaku founder @tentanganak mengatakan bahwa jika dahulu faktor yang memengaruhi sosio-emosional anak adalah hubungan orang tua dan anak, namun penelitian baru-baru ini (2022) menemukan bahwa faktor yang memengaruhi sosio-emosional anak adalah hubungan sosio-emosional orang tua. Artinya, hubungan yang tidak sehat antara suami dan istri memberi sumbangsi yang besar terhadap buruknya perkembangan sosio-emosional anak.

Postingan tersebut membuatku penasaran untuk mencari jurnal terkait. Dari hasil pencarian tersebut, aku menemukan sebuah jurnal tentang faktor keluarga terkait dengan Oppositional Defiant Disorder (ODD).

Oppositional Defiant Disorder (ODD) adalah gangguan perilaku yang ditandai dengan emosi yang labil, mudah marah dan tersinggung, dan berperilaku menantang. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ODD biasanya berasal dari lingkungan keluarga yang maladaptif, atau berada di dalam lingkungan yang tidak terpelihara. ODD berkaitan dengan perkembangan sosio-emosional seorang anak atau remaja, di mana faktor utama yang memengaruhi ODD adalah kualitas hubungan orang tua (suami dan istri).

Membaca jurnal tersebut membuatku merefleksikan diri, lingkungan seperti apa yang sudah tercipta di dalam rumah? Bagaimana hubungan emosional antara aku dan suami? Gaya komunikasi seperti apa yang selama ini aku gunakan?  Pertanyan-pertanyaan itu membuatku merenung, betapa hubungan yang sehat sangat dibutuhkan untuk memenuhi perkembangan anak-anakku. Di mana selama ini, dalam kondisi tertentu aku sulit mengendalikan egoku. Sehingga berakibat buruk pada hubungan emosional di antara kami. Suasana rumah menjadi tidak nyaman, pun memengaruhi mood anak-anak.

Merasa suasana itu membuat sangat tidak nyaman bagi semua anggota keluarga, kami pun mengambil pelajaran agar selalu terbuka satu sama lain. Jika ada perasaan yang mengganjal dan membuat tidak nyaman, artinya harus segera didiskusikan. Pun keresahan sekecil apapun itu juga harus diutarakan agar tidak menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja. Dalam meningkatan kualitas hubungan suami-istri, kami pun sesekali menghabiskan waktu berdua dengan menonton film atau serial di platform digital.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KELABU

BISING

Kesalahan Mengatasi Sibling Rivalry