CONTENT WRITER TIDAK BISA DIGANTIKAN OLEH CHAT GPT! INILAH 3 ALASANNYA.

 

Pexels.com

Beberapa bulan belakangan ini teknologi AI begitu meresahkan para pekerja yang kemungkinan terancam kehilangan pekerjaannya, akibat kecanggihan teknologi AI yang diyakini dapat menggantikan pekerjaan mereka. Salah satu teknologi AI yang meresahkan adalah Chat GPT. Siapa sih yang tidak pernah mendengar Chat GPT? Pasti kamu sudah pernah mendengarnya bukan?

Katanya Chat GPT digadang-gadang dapat menggantikan profesi penulis. Ah, masa sih? Kamu percaya, nggak? Awal munculnya Chat GPT pun ramai diperbincangkan di komunitas penulis, tidak sedikit pula yang merasa terancam bahkan siap bersaing dengan Chat GPT agar tidak kehilangan pekerjaan dari menulis.

Apalagi kamu yang bekerja sebagai freelance content writing dan copywriting yang menjadikan pekerjaan ini satu-satunya sumber penghasilan, tentu kehadiran Chat GPT akan mengancam mata pencaharianmu bukan? Tapi tenang saja, setelah membaca tulisan ini dijamin kamu tidak akan khawatir lagi.

Iya sih, Chat GPT ini memang berbahaya jika tidak digunakan sesuai fungsinya. Kamu tau nggak, manusia menciptakan teknologi AI itu untuk apa? Ya untuk memudahkan pekerjaan manusia. Jadi bisa dikatakan pekerjaan seorang content writer dapat dipermudah oleh Chat GPT jika kamu tau bagaimana cara memanfaatkannya.

Sampai sini kamu paham, ya? Nah, supaya kamu tidak menganggap Chat GPT sebagai saingan, maka kamu harus mengubah mindset tentang tujuan diciptakannya Chat GPT. Agar lebih jelas lagi mengapa content writer tidak dapat digantikan oleh Chat GPT berikut 3 alasannya:

    1. Penulis Memiliki Perasaan

pexels.com

Setiap tulisan mengandung pesan yang ingin disampaikan, setuju? Sebuah tulisan yang memiliki pesan yang sama akan terlihat berbeda jika yang menuliskannya adalah manusia dan robot. Di mana letak perbedaannya? Letaknya ada pada “rasa” yang disampaikan. Penulis adalah manusia yang memiliki perasaan sedangkan robot tidak memilikinya.

Perasaan akan memunculkan ego yang memengaruhi gaya bahasa penulis sehingga memberikan ciri khas pada tulisan yang dihasilkan manusia. Melalui perasaan pula kamu dapat membuat tulisan yang menarik dan menyentuh ego pembaca. Karena pembaca tulisan kamu adalah manusia bukan robot.  

2.  Penulis Memiliki Pengalaman

pexels.com

Penulis adalah manusia yang memiliki banyak pengalaman. Pengalaman menulis dan juga pengalaman hidup. Dari pengalaman menulis akan menentukan kualitas tulisan yang dihasilkan, sedangkan pengalaman hidup akan melahirkan banyak ide dan sudut pandang yang berbeda sehingga akan menghasilkan tulisan yang original. Tentu saja tulisannya akan berbeda dengan tulisan hasil Chat GPT.

Satu hal yang perlu kamu ketahui bahwa Chat GPT tidak bisa menuangkan ide dalam bentuk tulisan seperti yang manusia lakukan, karena tulisan yang dihasilkan oleh Chat GPT adalah hasil dari analisis data dari berbagai sumber yang kemudian disimpulkan dalam bentuk tulisan. Jadi sebenarnya Chat GPT tidak mempunyai kemampuan menulis. 

3. Chat GPT Diciptakan Oleh Manusia

pexels.com

Kamu setuju nggak, kalau manusia lebih cerdas dari robot? Setuju, ya. Karena robot diciptakan oleh manusia sehingga sudah pasti manusia memiliki kemampuan yang lebih besar dari robot. Lagi pula teknologi yang diciptakan oleh manusia bertujuan untuk memudahkan pekerjaan manusia itu sendiri.

Selain itu, karena Chat GPT merupakan ciptaan manusia sudah pasti memiliki kelemahan. Pengetahuan dari Chat GPT terbatas sampai tahun 2021, sehingga jika ada update ditahun setelahnya (2022 dan 2023), AI ini tidak bisa menjawabnya atau memberikan jawaban yang tidak faktual.

Jadi kamu jangan takut disingkirkan oleh teknologi AI, justru kamu harus memanfaatkannya untuk menghasilkan karya yang berkualitas. Ya berkolaborasilah dengan Chat GPT. 


Setelah membaca tiga alasan di atas, kamu tidak perlu khawatir lagi mata pencaharianmu direbut oleh teknologi AI. Justru makin termotivasi untuk memanfaatkannya bukan? Inilah saatnya kamu harus belajar menggunakan Chat GPT agar menghasilkan konten yang berkualitas. Kamu bisa memanfaatkan Chat GPT untuk mencari ide konten, menyunting tulisan, dan mencari sumber-sumber buku atau artikel yang kredibel untuk memperkaya tulisanmu.

                                                                                      pexels.com                            

Nah, kamu sudah tau kan mengapa content writer dan penulis lainnya tidak bisa digantikan oleh Chat GPT. Sekarang waktunya kamu mengupgrade skill menulis dengan perbanyak latihan dan upgrade ilmu dengan banyak membaca dan mengikuti pelatihan atau kelas menulis.

Manfaatkan kehadiran teknologi AI untuk menunjang kinerja dan menghasilkan karya yang paripurna.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KELABU

BISING

Kesalahan Mengatasi Sibling Rivalry