Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Sekolah untuk Anak

   (Dokumentasi aktivitas sekolah kakak menggunakan modul Alkindi Preschool)


Jika kita berbicara tentang pendidikan, kita harus menggunakan sudut pandang yang berbeda-beda. Karena setiap keluarga memiliki perbedaan prinsip, kondisi ekonomi, dan kondisi anak. Sehingga pendidikan yang akan diberikan kepada anak pun akan mengikuti ketiga poin tersebut.
 

Ada yang memilih sekolah negeri, ada yang memilih sekolah swasta, ada yang memilih homeschooling. Ada yang memilih sekolah dengan kurikulum nasional, ada yang memilih kurikulum internasional, atau ada yang memilih 2 kurikulum (nasional dan internasional). 

Tentunya setiap sekolah memiliki keunggulan masing-masing dengan harga yang juga bervariatif. Ada yang percaya nggak? Kalau semakin mahal biaya sekolahnya, maka semakin bagus kualitas muridnya? Saya sih percaya, karena untuk menghasilkan kualitas terbaik pasti butuh perangkat-perangkat yang terbaik juga.

Setiap kita pasti percaya bahwa sekolah adalah rumah kedua untuk anak belajar. Di sekolah, anak akan mendapatkan pengalaman belajar yang baru dan pastinya akan berbeda dengan belajar di rumah. Sehingga kita meyakini bahwa jika anak ingin mendapatkan pengalaman yang luar biasa bagusnya, maka biayanya pun akan luar biasa mahalnya. Tetapi balik lagi, semua itu tergantung dari prinsip dan kondisi ekonomi keluarga.

Patut kita sadari bahwa sekolah memberi pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan anak. Mulai dari sistem sekolah, perilaku kepala sekolah, guru, dan staf administrasi, dan teman bergaul anak. Jadi sebisa mungkin, kita tidak hanya mencari informasi program-program yang ditawarkan sekolah saja, melainkan juga mencari informasi seputar sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Ini penting untuk kita pahami, sebab sekolah adalah tempat kita menitipkan anak sementara waktu, layaknya tempat penitipan yang sudah kita percaya akan keamanannya.

Lalu, pernah nggak sih kita berpikiran kalau sekolah anak juga mempengaruhi perilaku orang tuanya? Misalnya, anak di sekolahkan di sekolah islam yang kuat, dimana peraturan sekolah akan membentuk karakter anak yang lebih islami. Seperti memakai pakaian yang syar’i, wajib shalat dhuha dan membaca Al-qur’an sebelum memulai pelajaran, menargetkan anak setelah lulus sekolah harus hafal minimal 5 juz, dan juga menghafal hadits.

Nah, saat sekolah membentuk karakter dan pribadi anak menjadi lebih baik, otomatis kita sebagai orang tua akan merasa rendah diri jika perilaku kita malah semakin menjauh dari Allah, atau hanya beribadah seadanya. Sehingga perubahan yang terjadi pada anak, juga akhirnya akan mendorong diri kita untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan membangun kebiasaan baik. Jika kita tidak mampu menghafal Al-qur’an seperti anak kita, maka setidaknya kebiasaan kita sehari-hari tidak melenceng dari syariat islam.

Olehnya itu, ketika orang tua sudah menjatuhkan pilihan pada sekolah tertentu, maka orang tua pun siap untuk berbenah diri.  

Beberapa bulan terakhir, saya sedang gencar-gencarnya mencari informasi tentang biaya pendidikan TK dan SD untuk anak saya nanti. Beberapa sekolah pun menjadi list pencarian, mulai dari visi dan misi sekolah, fasilitas, kurikulum dan metode belajar, biaya yang meliputi uang pangkal, spp/bulan, uang tahunan (kalau ada), dan jarak sekolah dari rumah. Setelah mencari informasi kesemua point itu, kesimpulannya adalah sekolah anak zaman sekarang itu MAHAL. FYI, sekolah yang masuk list pencarian saya adalah sekolah-sekolah swasta, jadi memang biayanya bikin telan ludah. 

Nah, bagi teman-teman yang ingin memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak, maka sebaiknya mulailah menabung saat anak masih usia bayi atau kalau perlu saat anak masih di dalam kandungan. Bukan, ini bukan soal terlalu cepat, melainkan karena biaya pendidikan setiap tahunnya akan selalu naik, dan untuk memberikan sekolah yang terbaik juga butuh biaya yang tidak sedikit.

Apalagi jika ayah dan ibu sudah memiliki sekolah incaran bagi anak, ya tentunya menabungnya juga harus segera dilakukan. Pilihan menabung dengan berbagai cara pun sudah tersedia, mulai dari menabung dengan cara konvensional, deposito di bank, investasi reksadana, investasi saham, investasi emas, dan lain-lain.

Paling penting dalam memilih sekolah untuk anak adalah sesuaikan dengan kondisi keuangan keluarga, pastikan kita mampu membayar segala biaya-biaya yang ada sampai anak tamat sekolah, termasuk tepat waktu membayar spp/bulan. Jangan dipaksakan memilih sekolah yang sesuai dengan visi dan misi keluarga yang standarnya terlalu tinggi, tetapi tidak sesuai dengan keuangan keluarga. 

Pada akhirnya, sistem yang diterpakan sekolah bukan hanya mengubah pikiran dan perilaku anak, melainkan juga pikiran dan perilaku kedua orang tuanya (Raodhatul Jannah, 2022).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KELABU

BISING

Kesalahan Mengatasi Sibling Rivalry