SAMPAI DI TAHAP INI
Hari
ini Bandung mendung dan sendu, tapi tak sesendu perasaanku beberapa hari ini
yang subhanallah mood nya naik turun, capek, pengen marah juga Ke diri sendiri.
Loh koq gitu? Iya karena, menyesal kenapa nggak dari kemarin-kemarin sih
usahanya di tingkatkan lagi seperti sekarang, ya udahlah yang penting sadar
akan hal itu. Alhamdulillah sudah sampai di tahap Judgement Program, dimana
sebelumnya berada di tahap instrument. Saya jelaskan sedkiti, penelitian saya
itu harus membuat instrument sendiri, mengapa harus pake instrument? Karena data
penelitian diperoleh dari instrumen, sukses tidaknya Program yang saya buat
tergambarkan oleh hasil Instrumen. Saya membuat instrument itu tidak gampang. Satu
bulan bimbingan dengan dosen pembimbing, di corat-coret di marah-marahin sama
dosen karena nggak ngerti-ngerti juga. Tau apa yang saya rasakan? Saya merasa
menjadi orang terbodoh kala itu. Ah, cemen rancangan instrument aja harus
berapa kali revisi, harus berapa kali bimbingan sampe pada saat saya berada di
tahap putus asa dengan instrument itu, sudahlah saya capek koq susah sekali
buat instrument. Waktu jaman S1 kemana aja? Ada koq, kuliah dikampus tapi nggak
di ajarin sedetail pembimbing saya sekarang. Tapi putus asa itu, bertahan
selama sehari saja, karena lagi-lagi dapat motivasi dari orang tua, mertua, dan
suami yang selalu memberi semangat, selalu memberikan nasehat-nasehatnya, dimana
saya berpikir kembali mau tetap berputus asa atau Move On? “Ya Allah Jannah,
cemen sekalilah kau ini baru juga di uji membuat instrument udah putus asa aja”.
Saya kembali berpikir, sudah jauh-jauh merantau ke bandung, sudah banyak biaya
yang suami saya keluarkan, kasian suami yang LDRan terus sama istrinya. Merasa malu
juga sama orang tua dan mertua kalau saya berputus asa seperti itu. Oke,
waktunya bangkit! Kerja revisi lagi sampai pada akhirnya pembimbing saya pun
meng-ACC instrument untuk di judgement, Masya Allah Alhamdulillah akhirnya bisa
judgement juga. Eits,, jangan terlalu senang ya, karena judgement nggak semudah
apa yang kau pikirkan. Iya betul saja, judgement harus ke 3 dosen, 2 dosen sih Okeh
nggak banyak revisi dan langsung Acc. 1 dosen lagi gimana? 1 bulan saya
berjuang judgement dengan beliau, ada saja rintangannya, mulai dari dosennya
minta revisi ini, revisi itu, dan pernah seharian nunggu beliau dan berakhir
dengan kata “besok lagi aja ya, saya belum bisa hari ini” padahal sebelumnya dosennya suruh nunggu tapi ternyata………di
PHP-in dongg… hahaha. Baiklah saya belum menyerah, saya datangin lagi dosen itu
sampe beliau meng-ACC untuk Uji Validitas. Total waktu men-judgement instrument
itu kurang lebih 1 bulan. Jadi, memperjuangkan instrument saja sudah makan
waktu 2 bulan. Sekarang saya sudah sampai di tahap judgement program, tidak
seperti instrument yang bimbingannya 1 bulan, Bimbingan program hanya butuh
waktu kurang lebih 1 minggu saja. Alhamdulillah saya udah bisa euy tidak merasa
bodoh lagi. Haha.
Selama
proses ini, do’a tidak pernah putus, selalu merendah di hadapan sang Pencipta
bahwa saya hanyalah makhluk yang tidak memiliki daya dan upaya kecuali atas
pertolonganNYA. Allah yang menggerakkan hati para dosen untuk meng-ACC, jadi
harus mintanya ke Allah ya.
Komentar
Posting Komentar